SEBUAH MONOLOG SEPI (Prosa liris religius (monolog reflektif / doa personal AI)

SEBUAH MONOLOG SEPI

Pada siapa aku harus bercerita dan berkeluh kesah,
jika bukan kepada-Mu?
Pada siapa sedih ini kusampaikan,
pada siapa kecewa ini kuadukan,
jika bukan kepada-Mu?

Tak ada yang pantas mendengarkanku,
menghapus air mataku,
dan mengobati luka hatiku,
selain Engkau.
Karena Engkau tak pernah mengecewakanku
dan tak pernah mengabaikanku.

Aku ikhlas bersama-Mu.
Aku bersabar menunggu jawaban-Mu.
Aku tahu, Engkau selalu mendengarku
dan mengabulkan doa-doa harapanku.

Akan ada saat
di mana pembuktian diri menjadi ledakan besar.
Semua akan memandang
dengan tatapan tak percaya.

Tinggal menunggu waktu saja.
Kepercayaan yang meyakinkan
akan memberi peluang dan kesempatan.
Dan aku akan membuktikan
bahwa aku mampu.

Namun hingga kini,
aku hanya belajar tentang diabaikan.
Sepi itu sudah biasa.
Sendiri pun telah menjadi kebiasaan.
Jika aku tak peduli pada keramaian,
itu wajar.
Sebab di tengah keramaian pun,
aku tetap sepi.

Aku hanya ingin berada
dalam dekapan-Mu.
Setiap waktu,
aku ingin bertemu dengan-Mu.
Ku nantikan saat
aku bisa kembali bercerita kepada-Mu.

Ini hanyalah sebuah monolog—
yang mungkin tak penting bagi siapa pun,
kecuali bagi-Mu.


✍️ Rainy Zikri
7 Januari 2024




SEBUAH MONOLOG SEPI

[7/1 15.01] 🌧️😢: Pada siapa aku harus bercerita dan berkeluh kesah, jika bukan pada_Mu

[7/1 15.02] 🌧️😢: Pada siapa sedih ini ku sampaikan, pada siapa kecewa ini ku adukan, jika bukan pada_Mu

[7/1 15.02] 🌧️😢: Tidak ada yang pantas untuk mendengarkanku, menghapus air mataku, mengobati luka hatiku selain diri_Mu

[7/1 15.02] 🌧️😢: Karena Engkau tak pernah mengecewakan dan mengabaikan ku 
Aku ikhlas bersama_Mu
Aku bersabar menunggu jawaban_Mu
Aku tau pasti Engkau selalu mendengarkanku dan mengabulkan doa harapanku

[7/1 15.19] 🌧️😢: Akan ada saat di mana pembuktian diri akan menjadi sebuah ledakan besar 
Semua akan memandang dengan pandangan tak percaya
Tinggal menunggu saja

[7/1 15.20] 🌧️😢: Kepercayaan yang menyakinkan, memberi ku peluang dan kesempatan 
Ku buktikan bahwa aku mampu 
Hanya saja aku tak diberikan kesempatan itu 

Selalu diabaikan 
Lihat saja nanti...

[7/1 15.20] 🌧️😢: Sepi itu sudah biasa
Sendiri pun juga jadi terbiasa
Jika aku tak perduli dengan keramaian itu wajar 
Dalam keramaian masih saja sepi
Dan aku tidak perduli

[7/1 15.23] 🌧️😢: Hanya ingin berada dalam dekapan_Mu

[7/1 15.25] 🌧️😢: Setiap "waktu" ingin bertemu dengan_Mu 
Ku nantikan saat bercerita dengan_Mu

[7/1 18.00] 🌧️😢: Hanya sebuah monolog yang tak penting bagi siapa pun

7 Januari 2024
☔Rainy Zikri

Comments

Popular posts from this blog