Posts

Showing posts from October, 2025

SEBUAH MONOLOG SEPI (Prosa liris religius (monolog reflektif / doa personal AI)

Image
SEBUAH MONOLOG SEPI Pada siapa aku harus bercerita dan berkeluh kesah, jika bukan kepada-Mu? Pada siapa sedih ini kusampaikan, pada siapa kecewa ini kuadukan, jika bukan kepada-Mu? Tak ada yang pantas mendengarkanku, menghapus air mataku, dan mengobati luka hatiku, selain Engkau. Karena Engkau tak pernah mengecewakanku dan tak pernah mengabaikanku. Aku ikhlas bersama-Mu. Aku bersabar menunggu jawaban-Mu. Aku tahu, Engkau selalu mendengarku dan mengabulkan doa-doa harapanku. Akan ada saat di mana pembuktian diri menjadi ledakan besar. Semua akan memandang dengan tatapan tak percaya. Tinggal menunggu waktu saja. Kepercayaan yang meyakinkan akan memberi peluang dan kesempatan. Dan aku akan membuktikan bahwa aku mampu. Namun hingga kini, aku hanya belajar tentang diabaikan. Sepi itu sudah biasa. Sendiri pun telah menjadi kebiasaan. Jika aku tak peduli pada keramaian, itu wajar. Sebab di tengah keramaian pun, aku tetap sepi. Aku hanya ingin berada dalam dekapan-Mu. Setiap waktu, aku ingin b...

MULAI JATUH CINTA

Image
MULAI JATUH CINTA Bagaimana jika aku mulai jatuh cinta Bagaimana jika aku ingin membangun cinta Denganmu tentu saja Bagaimana denganmu jika kamu mulai jatuh cinta Bagaimana denganmu jika kamu juga ingin membangun cinta Tentu saja denganku Bukan hanya hal romantis Bukan hanya gelak tawa Bukan hanya saling bercurahan hati Bukan hanya kata kata rindu Tapi ini adalah saling yang sejalan Saat aku mulai jatuh cinta Ingin ku mulai dengan jatuh hati Jatuh hati denganmu tentunya Saat kamu mulai jatuh cinta Mulailah dengan jatuh hati  Jatuh hati padaku tentunya Saling memulai dengan jatuh hati lalu kita jatuh cinta Dengan selalu bersama dalam kata saling Kata saling yang sama Dan kita mulai saling jatuh cinta

APA KABAR ? (AI: prosa reflektif)

(AI: prosa reflektif) APA KABAR ?  Pernahkah kau bertanya, “Apa kabarnya dia?” Saat teringat seorang teman, saudara, atau orang tua. Jika pertanyaan itu ada di hatimu, sapalah mereka. Karena ingat bukan sekadar mampir di pikiran lalu terlupa, tapi tentang berani hadir. Mungkin saja, dia rindu disapa— tapi tak berani memulai. APA KABAR? Pernahkah kau bertanya,  Apakabar dia ?  Saat teringat seorang teman, saudara, atau orang tua ? Jika pertanyaan itu ada di hatimu, sapalah mereka Tanda ingatmu Bukan sekedar mampir diingatan lalu terlupa  Namun kau akan tau yang terjadi padanya Mungkin dia rindu disapa  Tapi tak berani menyapa 😌

IKHLAS

IKHLAS Bersyukur walau mendapatkan sedikit  Tapi nikmatnya luar biasa. Lebih bersyukur lagi,  Walau lebih dari sedikit, nikmatnya lebih dari luar biasa Syukur yang luas,  Tak bisa dibilang sedikit dan nikmatnya tak terhingga Alhamdulillah, bersyukur  Sulit ? Tentu sulit tanpa ikhlas, Kuncinya IKHLAS " Bersyukur walau mendapat sedikit nikmatnya luar biasa, namun sulit tanpa ada Ikhlas"